Masa Kanak-kanak

1.  Nasab Keturunannya

Dia adalah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Mutthalib bin Hasyim bin Abdu Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luay bin Ghalib bin Fihr (Quraisy) bin Malik ibnul-Nadhr bin Kinanah, salah seorang anak Nazar bin Ma’ad bin Adnan. Mereka adalah anak cucu Nabi Ismail bin Ibrahim a.S.. Sedangkan, ibunya adalah Aminah bin Wahb al-Zuhriyyah al-Qurasyiyyah.

2.  Kelahirannya

Dia dilahirkan di Mekah pada tahun Gajah sekitar tahun 570 M/52 Sebelum Hijrah. Tahun ini bersamaan dengan usaha Abrahah, penguasa Yaman, untuk menghancurkan Ka’bah. Namun, Allah membinasakan dia dan pasukannya dengan Imi rung ababil yang melempari mereka dengan batu-batu sijjil. Kisah ini disebutkan dalam surah al-Fiil.

Pada saat ayahnya meninggal beliau masih berupa janin yang belum lahir ke dunia. Setelah lahir, kakeknya Abdul Mutthalib tnei nberinya nama Muhammad. Halimah Sa’diyyah membawa-M v, i ke perkampungan Bani Sa’ad dan dia menyusuinya. Kemudian  ibunya meninggal sebelum beliau genap berusia enam tahun.

Allah berkehendak untuk mendidik Muhammad dalam didikan-Nya langsung. Juga mencabutnya dari akar keluarganya

agar dia berada di bawah pengawasan-Nya langsung sebagai pembukaan untuk sebuah keluarga besar di mana Muhammad yang akan menjadi pemimpinnya. Al-Qur’an menyinggung hal ini dalam sebuah ibarat yang sangat indah. Allah berfirman,

“Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim lalu Dia melindungimu.” (adh-Dhuhaa : 6)

Rasulullah juga pernah bersabda mengenai dirinya sendiri, “Tuhanku telah mendidikku dengan vendidkan yang baik.”

3. Di Bawah Pemeliharaan Kakeknya

Abdul Mutthalib adalah salah seorang pembesar Quraisy. Dialah yang merenovasi sumur Zamzam. Pekerjaan ini mendapat persaingan keras dari kalangan Quraisy, namun dia mampu mengunggulinya. Dia bernazar jika Allah mem-berinya anak sepuluh hingga mereka mencapai akil baligh, maka dia akan menyembelih salah satu di antara mereka untuk

Allah.

Tatkala hal itu terjadi, maka jatuhlah pilihan pada anaknya yang bernama Abdullah (ayah Rasulullah). Kemudian dia menginginkan untuk melaksanakan nazarnya. Namun, orang-orang Quraisy mencegahnya dan mereka mengumpulkan unta sebagai pengganti Abdullah. Unta yang dikumpulkan mencapai 100 unta. Rasulullah mengatakan mengenai dirinya, “Sesungguhnya saya adalah anak dua orang yang akan menjadi sembelihan agung (yakni Ismail dan Abdidlah).”

Kakeknya memelihara Muhammad saw. hingga dia menca­pai umur delapan tahun. Di saat itulah kakeknya meninggal du-nia. Sepeninggal kakeknya, paman Abu Thalib memeliharanya.

4. Di Bawah Pemeliharaan Pamannya

Abu Thalib memeliharanya sejak umur Rasulullah delapan tahun hingga tahun kesepuluh kenabian. Pamannya adalah orang yang tidak memiliki harta yang banyak, tapi banyak anaknya. Maka, Rasulullah SAW bekerja sebagai penggembala kambing untuk membantu meringankan beban pamannya.

Dalam sebuah hadits riwayat Ahmad bin Hanbal disebutkan bahwa Rasulullah bersabda, “Tidaklah Allah mengutus seorang Rasul kecuali dia pasti akan menjadi seorang penggembala kambing.” Maka, para sahabat bertanya, “Engkau juga wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Ya, saya menggembalakannya dengan mendapatkan upah dari pen-duduk Mekah.”

Tatkala umurnya telah mencapai delapan belas tahun, ber-sama pamannya beliau keluar ke Syam untuk melakukan bisnis. Saat itulah beliau dilihat oleh pendeta Bahira. Pendeta itu me-merintahkan kepada pamannya agar tidak membawanya ke Syam karena khawatir pada kejahatan yang akan dilakukan oleh orang-orang Yahudi atasnya. Karena mengira bahwa ke-ponakannya akan membuat perkara yang besar, maka Abu Thalib membawanya pulang serta semakin ketat menjaganya. Lalu, Rasulullah melanjutkan pekerjaannya sebagai peng­gembala kambing.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s