Yusya’bin Nuun a.s.

Dialah yang memimpin Bani Israel setelah Musa. Diyakini bahwa dialah yang dimaksud dalam firman Allah dalam surah al-Kahfi ayat 60, “Dan (ingatlah) tatkala Musa berkata kepada muridnya.” Sebagaimana diketahui, ketika Harun wafat Bani Israel masih berada dalam kesesatan dan kesengsaraaan yang Allah tetapkan kepada mereka di bukit Sinai. Nabi Musa juga meninggal di masa itu. Mereka berada dalam kesengsaraan dan kebingungan itu selama 40 tahun (Kisah tentang Musa ini akan disebutkan dalam bahasan tentang Mesir).

Yang penting untuk diingat di sini adalah bahwa sisa-sisa dari kaum Musa dan Harun itu keluar bersama Yusya’ menuju Baitul Maqdis. Yusya’ kemudian membentuk pasukan dari kalangan Bani Israel yang dia bagi menjadi dua belas ke-lompok sesuai dengan marga mereka yang terdiri dari keturunan Ya’qub (Israel). Dengan pasukan ini Yusya’ berhasil menaklukkan Ariha (Jericho) dan Baitul Maqdis.

Selama dua puluh tujuh tahun lamanya dia tinggal di tempat itu dan menerapkan hukum yang ada di dalam Kitab Allah, Taurat. Setelah Yusya’ meninggal, mereka kembali pada kesesatan dan sifat merusak yang selama ini telah menjadi watak mereka.

Pada masa itu datang sekelompok orang yang berasal dari jazirah Arab dan mereka menetap di Suriah. Mereka adalah orang-orang Aramiyun (Aremiah). Kemudian mereka mendirikan kerajaan-kerajaan yang kokoh dan kuat di Damaskus dan Humah  serta yang lainnya. Mereka menyembah berhala-berhala. Di antara berhala yang paling masyhur adalah lyster dan Adwinis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s