Nabi Isa a.s.

Dia adalah Nabi terakhir dari Bani Israel dan salah seorang Ulul Azmi. Dia dilahirkan di Betlehem, Palestina. Ibunya adalah Maryam, sang perawan yang dibina dan tumbuh berkembang di rumah Nabi Zakariya (yang tak lain adalah suami bibinya).

Ibu Nabi Isa dikenal sebagai sosok yang selalu menjaga diri dan kehormatannya. Dia hamil tanpa seorang ayah, berkat izin Allah. Kejadian ini merupakan peristiwa mendadak yang sangat menakutkan baginya. Kaumnya menuduh dan me-ragukan keperawanannya. Akhirnya, dia hanya mampu memberi isyarat pada anaknya yang masih berada di dalam ayunannya.

Allah berfirman,

“Maka, Maryam membawa anak itu kepada kaumnya tlcntfcm menggendongnya. Kaumnya berkata, ‘Hai Maryam,  sungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat nningkar. Hai saudara wanita Harun, ayahmu sekali-kali hukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina.’Maka, Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata, ‘Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan?’ Berkata Isa, ‘Sesungguhnya aku ini hamba Allah. Dia memberiku Alkitab (lnjil) dan Dia menjadikan aku seorang Nabi. Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunai-kan) zakat selama aku hidup.”(Maryam : 27-31)

Dia berdiam di Nashirah di Palestina dan mengajak kaumnya untuk menyembah Allah. Dia selalu menasihati orang yang dia jumpai dengan Kitab Injil. Di antara mukjizat-mukjizatnya adalah menyembuhkan orang sakit;  menyembuhkan penyakit supak dan lepra; serta menghidupkan orang mati dengan izin Allah.

Para Hawariyun (teman setianya) selalu menyertainya dalam dakwahnya. Di antara mereka dia kirim ke negeri Syam untuk berdakwah di jalan Allah. Namun, orang-orang Bani IsraeI melakukan konspirasi untuk membunuhnya. Mereka krmudian menyerahkan Nabi Isa kepada penguasa Romawi di Palestina yang bernama Pelatus. Penguasa Romawi ini berencana untuk membunuhnya dengan cara disalib. Namun, Allah swt menyelamatkan Nabi-Nya dengan menyerupakannya dengan orang lain di depan mata mereka. Kemudian Allah angkat dia kehadirat-Nya.

Kaisar Romawi melakukan perburuan kepada para pengikut Nabi Isa. Posisi mereka semakin melemah. Lalu,  bencana semakin sulit tatkala datang masa pemerintahan Kaisar Nero (54-68 H) yang menuduh mereka telah membakar kota Koma. Sebagian mereka pindah ke Hijaz dan sekitarnya.

Sejak saat itulah agama Kristen menyebar hingga akhirnya menjadi agama resmi negara Romawi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s