Kisah Keluarga Nabi Ibrahim dan keturunannya

Allah member kabar gembira kepada Nabi Ibrahim dengan kelahiran seorang anak laki-laki dari Sarah (tiga belas tahun setelah kelahiran Ismail). Padahal, Nabi Ibrahim telah menginjak usia senja (Nabi Ibrahim hidup dalam usia 175 tahun) sedangkan istrinya hingga saat itu tidak mampu memberikan keturunan. Kabar gembira itu datang melalui malaikat saat mereka berada dalam perjalanan untuk menghancurkan kaum Nabi Luth. Allah berfirman,

“Isterinya berdiri dibalik tirai lalu ia tersenyum, maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang (kelahiran) Ishaq dan dari Ishaq (akan lahir putranya) Ya’qub.”(Huud : 71)

ISHAQ BIN IBRAHIM

Dia adalah putra Nabi Ibrahim dan ibunya adalah Sarah. Dia tumbuh dan berkembang di kota al-Khalil. Dia dikarunia anak yang bernama Ya’qub yang tak lain adalah Israel. Nabi Ishaq hidup sepanjang 180 tahun dan meneruskan dakwah ayahnya setelah ayahnya meninggal.

YA’QUB BIN ISHAQ

Dia adalah anak Ishaq bin Ibrahim. Dia melakukan migrasi ke Haran wilayah Syam utara dan kawin di sana. Allah mengaruniakan dua belas anak padanya. Di antaranya adalah Yusuf dan Bunyamin (dua orang bersaudara seayah seibu). Ya’qub meneruskan dakwah ayah dan kakeknya, Ishaq dan Ibrahim. Yakni, mengajak rnanusia untuk senantiasa me-nyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan apa pun. Dia hidup selama 147 tahun.

YUSUF BIN YA’QUB

Dia adalah Yusuf bin Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim. Ya’qub lebih mencintai anak-anaknya yang bungsu (Yusuf dan Bunyamin) ketimbang yang lain karena ibu kedua putra bungsunya itu telah meninggal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s