Nabi Yunus dan Pemerintahan Assyirian (Iraq)

Assyirian menguasai wilayah itu (Irak bagian Utara) dengan ibu kota Naynawi (Ninevah). Pengaruh mereka ke­mudian menyebar ke semua negeri Syam dan sebagian wilayah Mesir. Salah seorang raja mereka yang terkenal adalah Salmanshar III dan Asyur Banyabal.

Mereka terus menyembah berhala-berhala dan tidak mengambil pelajaran dengan apa yang telah menimpa ge-nerasi yang datang sebelum mereka. Mereka tidak mem-pergunakan otak dan akal. Maka, Allah mengutus Nabi Yunus kepada kaum ini.

Allah mengutus Nabi Yunus kepada penduduk Naynawi. Dia menyeru penduduk di tempat itu untuk menyembah Allah dan mengesakan-Nya. Namun, mereka tidak ber-iman. Sehingga, Yunus merasa sesak dadanya berada di tengah mereka dan dia marah besar.

Kemudian Yunus melakukan perjalanan dengan meng-gunakan sebuah kapal di sungai Dajlah (Tigris). Allah ingin memberikan pelajaran penting bagi Yunus atas ketidaksabar-annya dalam berdakwah. Kapal itu bergoyang hebat dan hampir saja tenggelam. Orang-orang yang berada di atas kapal menetapkan bahwa mereka akan melakukan undian siapa yang akan dibuang ke laut sebagai usaha untuk meringankan beban kapal itu (ini sesuai dengan tradisi yang berkembang pada saat itu).

Dalam tiga kali undian ternyata undian itu jatuh kepada Nabi Yunus. Maka, mereka pun melemparkan Yunus ke laut dan diapun ditelan ikan hiu, atas perintah Allah. Maka, Yunus menyesal atas apa yang dia lakukan. Dia bertobat dan minta ampunan kepada Tuhannya, Allah pun mengampuninya. Allah berfirman,

“Sesungguhnya Yunus benar-benar salah seorang rasul. (Ingatlah) ketika ia lari ke kapal yang penuh muatan. Kemudian ia ikut berundi lalu dia termasuk orang-orang yang kalah dalam undian. Maka, ia ditelah oleh ikan besar dalam keadaan tercela. Kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikat itu hingga hart berbangkit. Kemudian Kami lemparkan dia ke daerah yang tandus, sedang ia dalam keadaan sakit.” (ash-Shaaffat: 139-145)

Setelah itu Nabi Yunus kembali kepada kaumnya dan kembali menyeru mereka. Mereka pun telah menyesali perbuatan durjana yang mereka lakukan dan telah bertobat kepada Allah. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir juz 4) Allah berfirman mengenai mereka,

“Mengapa tidak ada (penduduk) suatu kota yang beriman, lalu imannya itu bermanfaat kepadanya selain kaum Yunus, Tatkala mereka (kaum Yunus itu) beriman, Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai kepada waktu yang tertentu,” (Yunus : 98).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s