Dakwah Nabi Nuh AS

Setelah jumlah penduduk di jazirah arabi semakin banyak, maka sebagian dari mereka melakukan migrasi ke kawasan timur laut. Mereka berdiam di Iraq dan bekerja sebagai petani. Awalnya mereka menyembah Allah semata, namun seiring perjalanan waktu kemudian mereka menyembah berhala.

Allah SWT mengutus Nabi Nuh untuk kaum ini. Dia adalah Ulul Azmi pertama dari kalangan Rasul. Jarak antara Nabi Syits dan Nuh adalah 25 Abad. Manusia-mausia di abad-abad itu seluruhnya berada di atas agama yang benar sebagaimana firman Allah dalam Surat Al Baqarah : 213, “Manusia itu adalah umat yang satu”, kemudian mereka melakukan kerusakan-kerusakan.

Awal terjadinya penyembahan berhala bermula dari adanya orang-orang sholeh dari kaum nabi Nuh. Setelah mereka meninggal para pengikutnya berkata dan ini sesuai dengan bisikan setan, Andaikata kita membuat gambar mereka pastilah kita lebih nukmat beribadah kepada Allah SWT. Maka tatkala mereka meninggal dan datang generasi selanjutnya, Iblis memberitahukan dengan kebohongannya bahwa nenek moyang mereka menyembah patung orang-orang saleh itu, maka merekapun menyembahnya. Diantara patung yang merkea sembah dan yang paling masyhur adalah : Wudd, Suwa’, Ya’uuq dan Nasr.

Nabi Nuh menyeru mereka untuk beribadah kepada Allah dan meninggalkan sembahan yang berupa berhala. Nabi Nuh mengeluarkan segenap daya upayanya dan semua sebab-sebab yang memungkinakan untuk meyakinkan mereka. Namun tidak ada yang dia dapatkan kecuali hambatan dan kekufuran. Bahkan tidaklah beriman di antara mereka kecuali dalam jumlah yang sedikit. Padahal Nabi Nuh tinggal bersama mereka selama 950 tahun lamanya. (QS. Al A’raf : 59 ; QS. Nuh : 5-7).

Tatkala Nuh dilanda keputusasaan, maka ia berdoa kepada Allah SWT supaya Dia menurunkan siksa atas mereka (QS. Nuh : 26).

Kemudian Allah SWT mengabulkan do’anya dan memerintahkannya untukmembuat perahu besar ( QS. Al Mu’minun : 27).

Nabi Nuh kemudian membawa orang-orang yang beriman bersamanya. Dia juga memasukkan hewan-hewan dengan berpasang-pasangan. Namun kaum yang jahat itu terus tenggelam dalam kerusakan yang mereka lakukan dan terus menerus mengejek Nuh dan perahu yang dibuatnya. Tatkal ia selesai membuat perahu tersebut, terjadilah banjir besar yang meliputi bumi tempat mereka berada. Perahu yang Nabi Nuh buat bergerak ke arah Utara. (QS. Al Mu’minun : 28).

Allah SWT membinasakan orang-orang kafir tersebut. Kemudian perahu besar itu terdampar di gunung judi (pegunungan arafat, wilayah timur Turki). Maka kaum yang berada di dalam kapal tersebutpun turun dan menetap di sana. Kemudian jumlah penduduk di tempat itu semakin banyak dan bertambah. Anak-anak Nabi Nuh kemudian berpencar. Sam dan keturunannya pindah ke jazirah arabia. Anak-anak sam bergerak ke selatan menuju Iraq dan wilayah sekitar Iraq. Yafitz dan kerabat-kerabatnya bergerak ke Timur dan sebagiannya juga bergerak ke Barat. Sedangkan yang lainnya bergerak ke berbagai arah.

Link Kisah Banjir Nabi Nuh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s