Pembagian Orang Arab

ORANG Arab adalah jenis manusia pertama yang menerima Islam yang kemudian membawa panji-panji dan dakwahnya. Maka, sudah sepantasnya jika kita mengenal dan mengetahuinya. Nama Arab diberikan kepada kaum yang hidup di Jazirah Arab.

Kita mungkin membagi Jazirah Arab menjadi dua bagian sebagaimana terdapat dalam buku at-Tarikh al-lslami karya Ahmad Syalabi (1/82).

  1. Jantung Arab. Dia adalah wilayah yang berada di pe-dalaman. Tempat paling utama adalah Najd.
  2. Sekitar Jazirah. Penduduknya adalah orang-orang kota. Wilayah yang paling penting adalah Yaman di bagian selatan, Ghassan di sebelah Utara, Ihsa’ dan Bahrain di sebelah timur, serta Hijaz di sebelah Barat.

A. PEMBAGIAN ORANG ARAB

Orang Arab berasal dari keturunan Sam. Mungkin mereka adalah orang yang paling berhasil menjaga karakteristik-karakteristik orang-orang Sam. Bahasa Arab merupakan salah satu bahasa Semit. Para sejarawan telah membagi orang Arab menjadi Arab Baidah dan Arab Baqiyah.

1. Arab Baidah

Arab Baidah adalah orang Arab yang kini tidak ada lagi dan musnah. Di antaranya adalah ‘Aad, Tsamud, Thasm, Jadis, Ashab ar-Rass, dan penduduk Madyan.

Nabi-nabi Allah yang diutus kepada Arab Baidah adalah sebagai berikut.

a. Nabi Hud a.s.

Allah mengutusnya kepada kaum ‘Aad yang tak lain adalah bangsa Arab. Mereka tinggal di kawasan Ahqaaf (kini Hadhramaut). Mereka adalah kabilah pertama yang me-nvembah berhala setelah terjadinya topan di masa Nabi Nuh. Mereka adalah orang-orang yang berfisik sangat kuat dan mcmiliki harta yang sangat banyak dan melimpah. Mereka mcmbangun bangunan-bangunan megah dan bercocok tanam.

Mereka melanggar perintah Tuhannya. Kemudian Allah mengutus Hud sebagai Nabi dari kalangan mereka sendiri. Namun, mereka mendustakannya. Allah berfirman,

“Kami telah mengutus kepada kaum ‘Aad saudara mereka, huud. la berkata, ‘Hai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tiada Tuhan bagimu selain dari-Nya. Maka, mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?’Pemuka-pemukayang kafir dari kaumnya berkata, ‘Sesungguhnya kami benar-benar memandang kamu dalam keadaan kurang akal dan sesungguh-nya kami menganggap kamu termasuk orang-orang yangberdusta.'”(al-A’raaf : 65-66)

Mereka bertambah banyak dan bertebaran di berbagai tempat. Sampai-sampai Qahthanbin ‘Aad dan anak-anaknya Menyebar di Yaman yang kemudian dikenal dengan ‘Aad II. Mereka terus tenggelam dalam keingkaran hingga akhirnya Allah menghancurkan mereka.

Allah berfirman,

“Adapun kaum Aad mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang, Yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus-menerus. Maka, kamu lihat kaum ‘Aad waktu itu bergelimpangan seakan-seakan mereka tunggul-tunggul pohon kurma yang lapuk (kosong). Maka, kamu tidak melihat seorang pun yang tinggal di antara mereka.” (al~ Haaqqah: 6-8)

b. Nabi Saleh a.s.

Allah mengutusnya sebagai Rasul kepada kabilah Tsamud yang berdiam di kawasan al-‘Ala, sebuah kawasan yang berada antara Madinah dan Tabuk. Mereka adalah kaum yang datang setelah kaum ‘Aad binasa. Mereka adalah orang-orang Arab sebagaimana kaum ‘Aad dan menyembah berhala-berhala.

Allah mengutus kepada mereka Nabi-Nya yang bernama Saleh untuk menyeru mereka kepada tauhid. Namun, mereka menolak ajakan itu. Dengan penuh sinis mereka meminta kepada Saleh agar mengeluarkan unta dari sebuah bukit. Ternyata Allah memenuhi permintaan Saleh sebagai mukjizat baginya.

Namun demikian, alih-alih beriman, mereka malah terus tenggelam di dalam kekufuran. Mereka pun membunuh unta itu. Setelah tiga hari datanglah kepada mereka suara keras dari langit dan satu hentakan yang hebat dari bawah hingga binasalah mereka.

Allah berfirman,

“Kaum Tsamud telah mendustakan rasulnya karena mereka melampaui batas, ketika bangkit orang yang paling cetaka di antara mereka. Lalu, rasul Allah (Saleh) berkata kepada mereka, ‘Biarkanlah unta betina Allah dan minuman-nya.’ Lalu, mereka mendustakannya dan menyembelih unta nu. Maka, Tuhan mereka membinasakan mereka disebabkan dosa mereka. Lalu, Allah meratakan mereka dengan tanah. Allah tidak takut terhadap akibat tindakannya itu.” (asy-Syams: 11-15)

c.  Nabi Syu’aib a.s.

Allah mengutusnya kepada penduduk Madyan (penduduk Aykah). Mereka tinggal di wilayah barat laut Jazirah Arab (di wilayah Tabuk dan selatan Yordania). Mereka adalah orang-orang yang selalu melakukan kerusakan dan dikenal sebagai perampok jalanan. Selain itu juga, dikenal sebagai orang-orang yang mengurangi timbangan, dan penyembah pohon besar yang berada di tengah-tengah Aykah. Maka, dikenalah mereka dengan sebutan orang-orang Aykah.

Allah berfirman,

“Kepada penduduk Madyan Kami utus saudara mereka, Syu’aib. la berkata, ‘Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tiada Tuhan bagimu selain Dia. Janganlah kamu kurangi takaran dan timbangan.'” (Huud : 84)

Mereka terus tenggelam dalam pendustaan. Maka, Allah menyiksa mereka dengan suara yang mengguntur dan sebagian yang lain dengan awan yang turun.

Allah berfirman,

“Kemudian mereka mendustakan Syu’aib, lalu mereka ditimpa azab pada hari mereka dinaungi awan. Sesungguhnya azab itu adalah azab hari yang besar.” (asy-Syu’araa : 189)

Sedangkan Bani Adnan, mereka adalah orang-orang Arab Musta’ribah, yakni orang-orang Arab yang mengambil bahasa Arab sebagai bahasa mereka. Mereka adalah orang-orang Arab bagian utara. Sedangkan tempat tinggal asli mereka adalah Mekah al-Mukarramah. Mereka adalah anak keturunan Nabi Ismail bin Ibrahim. Salah satu anak Nabi Ismail yang paling menonjol adalah Adnan. Darinya kemudian muncul kabilah Arab. Lihat silsilah berikut.

“Dan tatkala datang azab Kami, Kami selamatkan Syu’aib dan orang-orang yang beriman yang bersama-sama dengan dia dengan rahmat dari Kami. Orang-orang yang zalim dibinasakan oleh satu suara yang mengguntur. Lalu, jadilah mereka mati bergelimpangan di rumahnya.” (Huud : 94)

Di antara umat yang Allah binasakan di Jazirah Arab adalah penduduk Hudhura yang berdiam di Hadharmaut atau Yamamah. Mereka adalah penduduk Ras. Sebagaimana yang Allah firmankan,

“Sebelum mereka telah mendustakan pula kaum Nuh dan penduduk Rass dan Tsamud.” (Qaaf: 12)

2. Arab Baqiyah

Mereka adalah orang Arab yang hingga saat ini masih ada. Mereka adalah Bani Qahthan dan Bani Adnan.

Banu Qahthan adalah Arab Aribah (orang Arab asli) dan tempat mereka adalah di selatan Jazirah Arab. Di antara me­reka adalah raja-raja Yaman, al-Munadzarah, dan al-Ghassa-niyah serta raja-raja Kindah. Di antara mereka juga ada Azad yang dari mereka muncul Aus dan Khazraj.

Sedangkan Bani Adnan, mereka adalah orang-orang Arab Musta’ribah, yakni orang-orang Arab yang mengambil bahasa Arab sebagai bahasa mereka. Mereka adalah orang-orang Arab bagian utara. Sedangkan tempat tinggal asli mereka adalah Mekah al-Mukarramah. Mereka adalah anak keturunan Nabi Ismail bin Ibrahim. Salah satu anak Nabi Ismail yang paling menonjol adalah Adnan. Darinya kemudian muncul kabilah Arab.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s