Kisah Habil, Qabil, Syits dan Nabi Idris AS

Kisah Habil dan Qobil

Qabil dan Habil adalah dua anak pertama Nabi Adam. Syariat Allah kala itu mengharuskan seorang anak tidak boleh kawin dengan saudara perempuan kembarnya. Hawa selalu melahirkan anak kembar laki-laki dan wanita. Qabil menginginkan dia kawin dengan saudara kembarnya yang secara hukum adalah menjadi hak saudaranya. Maka Habil menolaknya.

Kemudian keduanya menyelenggarakan upacara qurban. Allah menerima qurban Habil yang berupa domba yang sangat baik. Tetapi, Allah menolak qurban Qobil yang berupa hasil cocok tanam yang sangat jelek. Qobil iri dengan kejadian ini dan dia membunuh saudaranya. Inilah kriminal pertama yang terjadi di muka bumi yang dilakukan oleh anak manusia. (QS. Al Maidah : 27).

Syits bin Adam

Setelah peristiwa pembunuhan itu, Allah mengaruniakan Syits kepada Adam. Dia adalah seorang anak Adan dan sekaligus sebagai seorang nabi yang terus melanjutkan dakwah di jalan Allah di muka bumi. Kemudian Allah memberikan keturunan laki-laki dan wanita sehingga mereka menjadi banyak. Adam mengajarkan kepada mereka makna tauhid dan menyampaikan dakwah kepada mereka hingga dia meninggal dunia.

Ibnu hiban dalam shahihnya meriwayatkan bahwa Abu Dzar berkata, “Saya berkata, ‘Wahai Rasulullah, berapa jumlah para Nabi?, Rasulullah menjawab, ‘Seratus dua puluh empat ribu. Saya berkata, ‘Lalu berapa jumlah Rasul dari antara mereka itu? Rasulullah menjawab, ‘Tiga ratus tiga belas, jumlah yang banyak. Saya katakan, ‘Siapa Rasul pertama di antara mereka? Rasulullah bersabda, ‘Adam.

Kemudian Adam meninggal dunia dan terjadi perbedaan pendapat tentang umurnya saat meninggal dunia. Sedangkan pendapat yang paling benar adalah yang mengatakan bahwa umur Adam antara 950 hingga 1000 tahun. Demikianlah yang tercantum dalam Qishash Al Anbiyaa karangan Ibnu Katsir halaman 59.

Idris AS

Dia adalah Nabi yang Allah SWT utus setelah Syits. Allah SWT berfirman : “Ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka, kisah) Idris (yang terssbut) di dalam Al Quran. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang Nabi. Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi.” (QS. Maryam : 56-57).


Nabi idris terus menegakkan syariat Allah hingga dia dipanggil Allah. Dia adalah manusia pertama yang diturunkan wahyu melalui malaikat jibril. Ibnu Ishaq menyebutkan bahwa dia adalah orang pertama yang menulis dengan pena, dan manuisa pertama yang menjahit baju dan memakainya. Sedangkan manusia sebelumnya memakai pakaian dari kulit binatang. Dia juga adalah orang pertama yang mengerti masalah medis. (Lihat Al Mawsu’ah Al Arabiyah Al Alamiyah 1/379).

Tujuan dari diutusnya para Rasul adalah dalam rangka meneruskan syariat Allah dan sebagai hujjah atas manusia¬† (QS. Al Israa’ : 15 ; QS. An Nahl : 36)

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s